Pemicu Perdarahan Ibu Bersalin

Pemicu Utama Meninggalnya Ibu Saat Bersalin

Faktor pemicu utama meninggalnya ibu saat bersalin di Indonesia. Menurut data dari Direktorat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah perdarahan.

Kondisi perdarahan sebenarnya merupakan hal normal yang terjadi pada ibu saat dan setelah melahirkan. Seperti dikutip dari Bidanku, perdarahan postpartum atau perdarahan pasca melahirkan normal adalah perdarahan dengan jumlah lebih dari 500 ml setelah bayi lahir.

Jika perdarahan yang terjadi cukup berat, darah yang keluar dari tubuh ibu dalam jumlah di atas 500 ml. Salah satu penyebabnya bisa jadi karena atoni uteri.

Kondisi Atoni Uteri yaitu ketika rahim yang seharusnya terus berkontraksi untuk mengeluarkan plasenta, tidak berkontraksi dengan baik.

Efeknya adalah perdarahan hebat terjadi dan sangat berbahaya bagi kondisi ibu. Dalam kasus ini pengawasan dokter harus dilakukan selama 24 jam secara intensif, tranfusi darah bisa jadi salah satu cara untuk menstabilkan kondisi ibu.

Selama bersalin ibu pasti kehilangan cukup banyak darah. Sistem dalam tubuh akan beradaptasi setelah kehilangan darah dalam jumlah banyak setelah persalinan. Namun sistem tersebut tak selamanya berjalan dengan baik dan ibu bisa mengalami perdarahan.

“Walaupun Tuhan telah mengatur fisiologis tubuh perempuan untuk dapat beradaptasi dengan kehilangan sejumlah darah saat kehamilan dan persalinan, namun tanggung jawab manusia 
sendiri untuk menjaga jumlah darah yang hilang dari tubuhnya agar tak melewati batas kemampuan tubuhnya,”


Pencegahan

Antara lain cegah dan atasi anemia selama kehamilan. Idealnya, periksa kadar hemoglobin di awal kehamilan, kemudian ulang di usia kehamilan 28 minggu, dan 34 minggu untuk menangkap anemia dan mengatasinya. Konsultasikan dengan dokter bila kadar Hemoglobin dalam kehamilan kurang dari 11 g/dL.

Pilih juga tempat bersalin yang aman, tergantung risiko yang dimiliki selama kehamilan. Jika memang kehamilan berisiko tinggi sebaiknya melakukan persalinan di RS.

“Sebagai contoh, ibu hamil yang memiliki riwayat seksio sesarea sebelumnya harus bersalin di rumah sakit yang memiliki fasilitas operasi, transfusi darah,

Hal yang ia sangat tekankan adalah perdarahan selama kehamilan adalah tidak normal. Segera lakukan pemeriksaan menyeluruh bila ada perdarahan selama kehamilan.

Sumber ; Parenting

Leave a Comment